Showing posts with label Selintas Pikir. Show all posts
Showing posts with label Selintas Pikir. Show all posts

Tuesday, February 07, 2012

KopDar Regional Jakarta


Tanggal 28 Januari, saya menerima pesan pendek dari teman saya, Eross. Dia memberitahukan saya, bahwa dia dan teman-teman yang lain akan mengadakan KopDar pada hari Minggu, di Museum Bank Mandiri.
“Kalo gak sibuk, dateng ya. Sudah lama gak ngumpul kan?”
Saya kaget. Betul juga apa kata dia. Akhirnya, saya memutuskan untuk berkumpul dengan mereka dan melakukan ritual “bersyukur dan berbagi mimpi” bersama-sama.
Pada hari yang ditentukan, akhirnya kami berkumpul dan membentuk lingkaran besar seperti ini.
Acara pertama, Kenalan. Biarpun sudah kenal dan hampir bosan, semuanya tetap wajib menyebutkan Nama, Domisili dan Kesibukan sekarang. Soalnya, pasti ada saja yang domisili-nya berubah, atau baru pindah kerja. Dan karena orangnya lumayan banyak yang dateng, buat ngumpulin mereka aja, udah butuh waktu hampir 1 jam. Ada yang datang langsung dari luar kota loh. Hebat yah?
Sesudah kenalan yang biasa itu, saatnya berbagi Kutipan Inspirasi. Disini, saya dan lainnya diwajibkan untuk memberikan Kutipan minimal satu kutipan yang positif dan dapat memberikan inspirasi bagi teman lainnya. Banyak sekali kutipan dari mereka yang ciamik *alah, bahasanyaa..* ini beberapa diantaranya yang menurut saya paling menarik, semuanya Anonim yaa. Mungkin sudah sering dilihat di banyak situs, hanya saja saya tidak hapal ini kutipan milik siapa. :)
“Hiduplah seperti tukang parkir, tidak akan menangis ketika kendaraan-kendaraannya diambil. Karena ia tahu, kalau mobil tersebut hanya titipan.”
“Kita akan bahagia bukan karena memiliki banyak hal, tapi kita bisa bahagia karena tidak membandingkan apa yang kita miliki dengan milik orang lain”
“Kalo kamu tidak bisa menjadi pensil yang mampu menuliskan bahagia, minimal jadilah penghapus yang bisa menghilangkan duka”
“Mimpi-mimpi itu bukan serta merta kita berusaha, lalu terwujud begitu saja, tapi Allah akan memberikannya lewat kejutan-kejutan indah yang tidak terduga”
“Jangan terlalu percaya dengan kata BE YOURSELF, ubahlah menjadi  BE (A BETTER) YOURSELF”
Lalu berikutnya, berbagi Syukur Dalam Hidup. Jadi, masing-masing orang dipersilakan untuk membagi rasa syukurnya atas sesuatu yang baru diperoleh dalam hidupnya. Misalnya, baru dapat uang bonus, atau baru dapat kerjaan baru, atau mau menikah. Tidak bermaksud untuk sombong, tapi dengan berbagi rasa syukur, siapa tahu membuat teman-teman lainnya bisa lebih termotivasi dalam berusaha meraih cita-cita dan mimpinya masing-masing.
Meski sudah diajak bersyukur, yang namanya manusia pasti masih punya keinginan lain yang belum tercapai. Jadi, kami semua juga berbagi Impian. Tanpa rasa malu, semuanya membauar dan mnyuarakan mimpinya masing-masing. Siapa tahu, teman lainnya bisa memberikan jalan atau ide bagaimana mewujudkan impian teman lainnya. Menarik, ada 5 orang yang dengan terbuka mengatakan ingin menikah di tahun ini, meskipun mereka belum punya pacar. Saya mengungkapkan bagaimana saya ingin memiliki usaha di rumah sehingga tidak perlu kerja kantoran lagi saat saya sudah menikah nanti.. :D
Yang terakhir, tentu saja yang paling seru. Ngumpulin receh. Saya dan teman-teman lainnya, sudah berkomitmen pada diri kami sendiri, untuk mengumpulkan recehan kami setiap harinya, lalu mengumpulkannya setiap bulan dan dimanfaatkan untuk membantu orang lain. Cewek-cewek membawa recehan lengkap dengan celengannya, sedangkan yang cowok karena kebanyakan malu membawa celengan, mereka biasanya sudah menukar uang mereka dengan uang kertas terlebih dahulu agar mudah dibawa. Ini gambar recehan kami pas lagi dihitung. Banyak kaaan?
Sesudah menghitung “penghasilan” kami bulan ini, kami sudah boleh ketawa-ketiwi sesuka hati dan cerita hal-hal yang tidak penting lainnya. Kebetulan karena masih banyak yang belum pernah masuk ke dalam Museum Bank Mandiri, kami sedikit saja mengitari untuk melihat-lihat. Karena waktu yang sudah sore dan banyak yang masih memiliki kegiatan lainnya, maka kamipun berpose bersama sebelum berpisah.
Rasanya senang bisa berkumpul dengan mereka. Orang-orang yang masih selalu mau menyisihkan sedikit dari apa yang mereka punya. Meskipun yang mereka punya, tidak bisa dibilang berlebih juga. Sebagian dari mereka, bahkan masih kuliah. Receh yang kami kumpulkan, benar-benar receh yang bisa kami sisihkan, tanpa ada target ataupun minimal yang harus kami penuhi.
Ah, terima kasih teman. Kalian selalu saja mampu membuat saya bersyukur tanpa harus melihat ke bawah. :)
Salam receh!!
Kutipan: diambil dari catatan milik Andra.
Foto: diambil dari koleksi pribadi milik Ria dan Eross.

Saturday, February 04, 2012

The Iron Lady


Siapa yang tidak mengenal The Iron Lady, Margaret Tatcher? Rasanya hampir tidak ada.
Diberi julukan The Iron Lady, atau biasa juga disebut sebagai Wanita Bertangan Besi (bukan istrinya Iron Man yah..) tentunya bukan tanpa alasan.
Sebagai Perdana Menteri wanita  pertama di Inggris, sudah tentu hanya dapat diemban oleh wanita yang pintar dan kuat.
Film ini merangkum perjalanan Margaret Tatcher sejak masih berjuang di Partai Konservatif, lalu berhasil menjadi Perdana Menteri sampai akhirnya ‘lengser’ dan kembali menjadi penduduk Inggris biasa.
Film ini memilih alur maju mundur secara tidak beraturan untuk menggambarkan keadaan Tatcher pada masa muda hingga masa sekarang.
Margaret muda (Alexandra Roach) adalah seorang anak dari pedagang kelontong yang berhasil masuk ke Oxford University lalu berkecimpung di bidang politik.
Sempat gagal dalam perwakilan daerahnya untuk menjadi wakil dari Partai Konservatif, tidak membuat Margaret menyerah. Setelah akhirnya menikah dengan Dennis Tatcher (Jim Broadbent), Margaret berhasil menjadi wakil daerah terpilih. Dan dimulailah pertarungan politik miliknya.
Menjadi satu-satunya wanita diantara puluhan bahkan ratusan pria, digambarkan secara klise di film ini. Digambarkan, semua pria memakai setelan baju berwarna hitam dan Margaret yang sudah tidak muda lagi (Meryl Streep), yang hampir selalu memakai baju berwarna biru, menjadi satu-satunya wanita dan terlihat sangat mencolok.
Perjalanan politiknya menjadi semakin menarik saat Margaret mencalonkan diri sebagai Ketua Partai Konservatif dan Perdana Menteri sekaligus. Keduanya tercapai. Itulah puncak karirnya.
Menjadi Perdana Menteri memang bukan tugas yang mudah, banyak sekali keputusan-keputusan penting yang harus diambil dan terkadang harus mengorbankan orang lain. Perang yang memakan banyak korban, goncangan ekonomi hanya dua contoh hal yang membuat Margaret dicerca oleh rakyatnya.
Namun dengan segala kegigihannya juga ketegasannya, Margaret berhasil membuat Inggris bangkit dari keterpurukkan ekonominya, dan menjadi Inggris yang makmur.
Bukan politik namanya jika tidak ada konflik dan permainan. Karakter Margaret yang dirasa semakin lama semakin keras dan tidak memiliki toleran, membuat beberapa temannya merasa sudah waktunya Margaret untuk turun dari jabatannya sebagai Perdana Menteri.
Film ini juga menceritakan kehidupan pribadi dari Margaret Tatcher, meskipun tidak terlalu banyak. Dari awal, sudah diceritakan bahwa Margaret di masa tuanya menderita penyakitdementia, tidak dapat membedakan masa lalu dengan masa sekarang. Dia masih sering dibayang-bayangi oleh sosok mendiang suaminya. Terkadang Margaret masih bercerita, berdansa bahakan meladeni Dennis selayaknya Dennis ketika masih hidup.
Saya berdecak kagum melihat akting dari Meryl Streep yang dapat membuat saya merasakan kuatnya karakter dan kelugasan dari seorang Margaret Tatcher. Sayangnya, pemain lainnya tidak ada yang bermain sebaik Meryl Streep. Kostum dan make-up yang baik, hanya membuat Meryl Streep terlihat lebih bersinar dibandingkan pemain lainnya.
105 menit nampaknya tidak cukup untuk menceritakan perjalanan seorang Margaret Tatcher. Buktinya, banyak konflik-konflik yang seharusnya bisa diceritakan dengan lebih menarik, begitu saja diberikan ending yang kurang greget.
Penulis naskah film ini, Abi Morgan nampaknya ingin sekali memuat semua cerita dari Margaret Tatcher. Sayangnya, justru hal tersebut yang membuat film ini nampak kurang fokus dan greget. Kalau saja film ini hanya berfokus pada beberapa masalah, mungkin hasilnya akan berbeda.
One must know when to stop, and Margaret Tatcher does..
4* untuk film ini. 2* untuk Maryl Streep, 1* untuk kostum + make-up dan 1* untuk ceritanya.
Note: Gambar diambil dari sini..

Saturday, January 28, 2012

Me, being a merchandiser..

Meja Tercinta

2 hari belakangan ini, saya mulai berkemas. Dalam arti kata, mulai membawa pulang buku-buku bacaan saya dari kantor ke kosan. Mulai menata file-file cantik di kantor, dan membuat berbagai macam recap-an kerjaan. Ya, dalam beberapa hari lagi, saya berencana akan pindah kerja.

Pagi ini, saya mulai menata email kantor saya. Saya mulai menghapus email-email pribadi yang menggunakan alamat email kantor. Dan mendadak, ingatan saya memaksa saya untuk mundur dan mengingat masa dimana saya masih menjadi anak baru di kantor saya yang sekarang.

4 tahun yang lalu, saya sudah merasa bingung bukan main jika mendapat email yang jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari. Bukan bingung karena saya tidak mengoperasikan komputer, tapi bingung menjawab email tersebut. Takut-takut saya membalasnya, memeriksanya sekitar 20 kali, baru dikirim dengan mengucap Bismillah terlebih dahulu.

Bandingkan dengan keadaan saya sekarang. Setiap harinya, ada sekitar 400-500 email yang masuk ke inbox. Setelah membacanya, saya sudah dapat dengan mudah menjawab email tersebut dan tanpa memeriksanya lagi, langsung saya kirim.

Saya tersenyum. Ah, saya sudah jauh berkembang rupanya.

Siangnya, bos cowok saya memanggil. Semua teman saya memanggilnya Mr.Sumal, tapi saya memanggilnya Pak Sumal. Dia adalah bos tempat saya mengadu ketika saya sedang ada masalah dalam pekerjaan. Sayapun menghampiri dan duduk di sebelahnya.

"Ya, Pak?"

"Do you remember, your first lesson from me? About being a merchandiser?"

"Yes, Pak. Saya ingat."

"Can you repeat it for me?"

"Sure. Being a merchandise is not easy. You need to have 4 important things. Commitment, discipline, details and capability of follow-up."

"Good girl. ......"

Percakapan selanjutnya berujung pada ketidakrelaan bos saya ini melepas saya.

"Kamu ingat, 4 tahun yang lalu, pertama kali kamu saya panggil untuk diskusi? I remember, your hand is trembling. Do you remember?"

"Hehehe, iya Pak. Inget bangeeeeet.. "

"Now, look at you. Sitting next to me as a partner, and shout at me when I made a mistake on number."

"Hahahaha, sorry ya Pak. No hard feeling deh.."

"Kamu sudah menjadi merchandiser yang hebat. Saya bangga."

"Terima kasih, Pak.."

"Tapi saya, I'm disappointed with myself. Saya tidak bisa memberikan yang terbaik buat kamu, so that you decided to go from here."

......

Saya memang cengeng, mendengar dia berkata seperti itu, membuat saya sedih. Sangat sedih. Perjalanan saya selama di kantor ini, tidak mudah. Banyak yang sudah saya korbankan di dalamnya. Air mata, darah, sakit, amarah, energi, waktu, pikiran, semuanya tidak dalam ukuran yang wajar. Bukan sekali dua kali saya menangis karena kesal dan hampir tidak tahan. dengan tekanan yang diberikan. Tidak terhitung lagi sakit yang sudah mampir, mulai dari sakit kecil macam demam sampai ke typhus. Belum lagi waktu yang saya habiskan di kantor setiap harinya, jelas bukan jam kerja yang wajar.

Anehnya, semua sakit, sedih, amarah dan semua rasa yang campur aduk tersebut akan hilang dan berganti dengan senang ketika semua produk sudah jadi. Terobati begitu saja, tanpa bekas. Dan beberapa waktu kemudian, saya justru akan menertawakan kebodohan-kebodohan saya dalam mengambil keputusan hingga akhirnya saya bisa termakan amarah dan rasa lainnya.

Ya, saya mencintai pekerjaan saya. Menjadi seorang Merchandiser. Saya akui, perusahaan saya kurang menghargai karyawannya, termasuk saya. Tapi itu semua diluar dari jenis pekerjaan saya. Sejak tahun pertama saya bekerja, saya sudah jatuh cinta dengan pekerjaan saya ini. Tidak banyak orang yang bisa mencintai pekerjaannya. Dan saya, bersyukur akan hal ini.

Ya, saya telah banyak berkembang. Menjadi yang termuda dalam team inti, duduk berdiskusi dengan orang yang tadinya adalah atasan saya, memiliki beberapa orang yang selalu membantu saya, semakin membuat saya sadar, saya sudah sangat jauh melangkah dari titik awal saya di bidang ini.

Pada titik ini, dimana saya memutuskan untuk pindah, bukan berarti saya berhenti mencintai pekerjaan saya sebagai seorang Merchandiser. Tapi saya merasa, ini memang waktu yang tepat untuk mencoba jenis pekerjaan yang lain. Yang belum saya kuasai, yang mungkin akan bisa membuat saya jatuh cinta lagi.

Semakin lama, saya semakin mengenal "ruang bermain" saya ketika menjadi seorang Merchandiser. Dan semakin hari, saya semakin menguasainya. Semakin saya menguasainya, maka semakin besar cinta saya pada pekerjaan ini.

And too much love, will kill me. Right?

*beres-beres meja lagi*

Thursday, January 26, 2012

Kurang Adil

*source: here


Belakangan, saya merasa kurang adil terhadap diri sendiri. Saya merasa terlalu banyak menghamburkan uang saya untuk hal-hal yang kurang penting. Lalu saya melupakan komitmen saya sendiri untuk selalu mengumpulkan uang receh yang harus dikumpulkan di akhir bulan bersama teman-teman lain.


Padahal saya sudah diberi jalan untuk mengalokasikan uang saya dengan cara yang lebih baik, tapi saya lalai. Saya terlalu egois dan kurang adil pada diri saya sendiri. Saya tidak memberikan kesempatan pada diri saya untuk menjalankan komitmen tersebut. Padahal lagi, menepati janji pada diri sendiri, juga merupakan sebuah pilihan, bukan? Dan kemarin-kemarin, saya memilih untuk tidah menjalankannya. Ya, saya egois. 


Saya terlalu sibuk membeli ini dan itu, benda-benda kecil yang hanya berupa pajangan atau mainan saja, lalu melupakan anak-anak kecil yang lucu itu.


Maafin tante yaaa. Hari Minggu besok, tante kesana lagi deeeeeh.. *unyel-unyel yang masih kecil*

Wednesday, January 25, 2012

Tragedi yang Menggemparkan

Mobil


Siapa yang tidak tahu tentang tragedi mobil Xenia yang menewaskan 9 orang dan beberapa korban luka lainnya. Saya yakin, hampir semua orang sudah melihat bagaimana wajah seorang Afriani atau Apriani, si pengendara mobil Xenia tersebut.


Hampir semua media memberitakan hal yang sama, baik dari urutan kejadian, memperlihatkan jasad-jasad korban, mewancarai dan menanyakan bagaimana perasaan dari keluarga korban *ya menurut lo???* dan yang belakangan sedang banyak beredar, video amatir saat kejadian tersebut berlangsung.

Sebagian besar orang, pemirsa media tersebut, keluarga dan teman-teman korban, bahkan orang-orang di sekeliling saya yang tadinya tidak tahu siapa dan apa yang dikerjakan oleh seorang Afriani di kesehariannya, mulai menghujat, mencaci bahkan mengucapkan sumpah serapah yang ditujukan pada Afriani. Apalagi setelah Afriani terbukti positif telah menggunakan obat terlarang sebelum mengemudikan mobil hari itu.

Wajah Afriani disorot dengan tajam oleh banyak kamera media. Wajah yang katanya, dingin dan tidak ada penyesalan, kalau menurut berita yang beredar.

Saya, tidak melihat semua berita tentang tragedi ini di setiap berita. Saya, juga memilih untuk tidak menonton video amatir tersebut. Dan saya, berusaha sekali untuk tidak membicarakannya dengan teman-teman kantor saya, agar tidak berakhir dengan perdebatan panjang.

Tidak bisa disalahkan, jika hampir semua orang yang mendengar tragedi ini, akan menunjuk Afriani sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Tapi, pernahkah mereka berpikir, kalau tragedi tersebut bukan keinginan Afriani? Semua orang memberikan rasa kasihan, simpati dan empati untuk para korban. Pernahkah mereka berpikir, bahwa Afriani pun patut memdapatkan semua rasa dari kita, selain rasa marah?

Bukan. Saya bukan pembela Afriani. Saya juga tidak akan berkata bahwa Afriani tidak bersalah. Saya hanya ingin memberikan sedikit, sedikiiiit saja pandangan, bahwa Afriani juga patut diberi kata-kata yang lebih baik dari sekadar cercaan, hinaan dan makian. Apa kita tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan Afriani, yang sepanjang sisa hidupnya, harus menanggung label sebagai seorang “pelaku tragedi Tugu Tani”?

Saya yakin, Afriani juga tidak ingin semua ini terjadi. Ketika hidup dan matinya seseorang sudah merupakan ketentuan Tuhan, mengapa seorang Afriani menjadi “malaikat pencabut nyawa” dengan cara yang tragis seperti ini? Hanya Tuhan yang tahu. Lalu, mengapa wajah Afriani tidak menunjukkan penyesalan? Ah, hati orang, siapa yang bisa tahu? Hanya Tuhan yang tahu.

Dan karenanya, saya bungkam. Tidak memberikan sedikitpun suara ketika semua orang membicarakannya. Biarkan saja, semua orang berhak menilai. Begitupun saya.

Wednesday, January 18, 2012

do not lose this bag!

Menemukan ini di Ambassador Mall, dengan harga 35 ribu saja. Ini semacam tanda pengenal untuk digantung di tas. 

Jadi di belakang tulisan "do not lose this bag!" ini, ada semacam tempat untuk menulis identitas seperti Nama, Alamat, No.Telp dan Alamat E-mail.

Sayangnya, karena bahan yang licin, tulisan yang sudah saya buat sedemikian rapihnya, harus pasrah sedikit demi sedikit terhapus oleh gesekan tangan saya.

Akhirnya, saya memutuskan untuk menempel kertas di tempat identitas tadi, lalu saya rekatkan dengan isolasi. Dan ternyata, berhasil.. Yaiy!!!

Tanda pengenal ini sekarang nangkring manis di back pack saya.. :)

Monday, January 16, 2012

Last Night

*taken from here
Film ini cuma bercerita tentang satu hari penuh, malam sebelumnya dan pagi berikutnya. Sudah mulai bingung? Mari kita telusuri, tapi kali ini tanpa spoiler deh.. :D


Joanna (Keira Knightley) pergi ke pesta yang diadakan oleh perusahaan tempat suaminya, Michael (Sam Worthington) bekerja. Namun disana, Joanna melihat sekali, dua kali, ah nyaris berkali-kali, suaminya sedang ngobrol berduaan dengan sorang wanita yang akhirnya diperkenalkan sebagai Laura (Eva Mendez). Joanna merasa cemburu, mengingat Laura sangat cantik, seksi dan pintar. Apalagi besok, Michael harus pergi bertugas ke luar kota bersama Laura. Kecemburuan Joanna pun makin memuncak. Mereka bertengkar hebat sepulang dari pesta.

Esok harinya, Michael pergi ke Philadelphia sesuai rencana, dan Joanna yang sedang membeli kopi di coffee shop, tanpa sengaja bertemu dengan Alex (Guillaume Canet), mantan pacarnya yang ternyata dengan sengaja datang untuk menemuinya. Mereka akhirnya melewati makan siang dan makan malam bersama. Apalagi ada teman dekat Alex yang membuat malam itu semakin seru untuk keduanya.

Sementara itu, di Philadelphia, Michael berusaha keras menahan godaan Laura yang dengan terbuka menyatakan tertarik dengan Michael. Mereka, menghabiskan malam di bar sambil bercerita tentang diri mereka sendiri. Lalu setelahnya mereka meneruskan malam di pool yang tersedia di hotel tempat mereka menginap.

Film ini sebenarnya hanya mengangkat isu tentang kesetiaan. Bagaimana sebuah rumah tangga pasti akan memiliki konflik internal yang terkadang masalahnya memang berasal dari kecurigaan pribadi kita sendiri. Bukan tidak mungkin, meskipun sudah 4 tahun menjalin pernikahan, tidak ada yang tahu bahwa di saat-saat sulit tidur, Joanna masih saja memikirkan Alex. Bahkan Joanna masih menyimpan foto Alex diantara lembar halaman bukunya.

Eva Mendez dan Guillaume Canet sangat bagus berperan sebagai penggoda. Tanpa banyak gerak tubuh, saya sebagai penonton sudah mampu menangkap ketertarikan mereka pada Joanna dan Michael. Film ini lebih banyak dalam berdialog tanpa banyak perpindahan tempat. Bagi yang kurang menyukai alur lambat, pasti akan merasa bosan dengan film ini.

Ide yang simple, dengan penjiwaan karakter yang bagus dari pemainnya, juga ending yang dibiarkan menggantung, membuat saya cukup kesal sesudah menonton film ini. Jadi ending-nya gimanaaaa? Yah, silakan menerka-nerka dan berimajinasi sesuai dengan pikiran masing-masing. 

Yang saya suka dari film ini. Manusia tidak sempurna, mungkin karena itu, manusia sering kali harus jatuh dan merasakan sakit terlebih dahulu, untuk mengetahui bahwa jalan itu memang tidak baik bagi dirinya. Klise, tapi memang benar.

Satu lagi, adegan dimana Joanna cemburu berat dan marah besar ke Michael. Saat Michael membantah dan menyatakan kalau dia tidak pernah cemburu pada Joanna dan rekan kerjanya yang pria, Joanna membalasnya dengan berkata bahwa dia memang tidak memberikan kesempatan dan juga alasan untuk Michael merasakan cemburu karena dia sangat membatasi geraknya sendiri dengan semua rekan kerjanya. Ini adalah point yang lumayan menohok, bahwa sebenarnya setiap orang bisa memilih untuk membuat pasangannya cemburu atau tidak. Abaikan orang-orang paranoid yang suka cemburu buta yah. 

Dan, 3 bintang untuk film ini..

-keluar studio, misuh-misuh gegara ending-nya gantung-


Sunday, January 15, 2012

Quiz About Me



How well do you know me? Comment on this note with your answers! 

Tag 10 friends and see who knows the most about you!


1. Where you and I met?

2. How long have you known me?

3. The last time we saw each other?

4. Your first impression of me upon meeting/seeing me?

5. Am I funny?

6. What's my favorite music?

7. Would you call me preppy, average, sporty, punk, hippie, glam, nerdy, snobby, or something else(what)?

8. Have you ever hugged me?

9. If there was one good nickname for me, what would it be?

10. If you and I were stranded on an island, what would I bring?

11. Where do you think I will be in 25 years?

12. Will you re-post this so I can fill this out for you?




Monday, January 09, 2012

Genap 27

*source: here
Kenapa disebut genap 27 padahal angka 27 itu sendiri merupakan bilangan ganjil? Ah, jangan terlalu dipikirkan, itu cuma judul karangan saya saja.. :D


Hari ini, saya berusia 27 tahun. Tua? Oh tentu tidaaaak.. Saya masih muda kok, cuma 10 tahun lewat dari usia 17 tahun. Tapi sudah seharusnya saya merasa tua. Karena kalo kata si Mamah, usia segini harusnya udah nimang anak.. *alah*

Lupakan apa kata si Mamah, mari bercerita tentang hari ini.

Kebetulan hari Sabtu kemarin, saya memutuskan untuk pulang ke rumah, maka pagi butaaaa (baca: buta banget), si Mamah dan si Eyang udah gubrak-gubrak dan ngasih ucapan selamat ulang tahun ala mereka. Gak berapa lama, si Adek sama si Papah ikutan nongol sambil bawain telor dadar. Gak sempat bikin kue, katanya. Keluarga yang absurd, no? Tapi saya sayang mereka semuaaa.. :)

Sampai di kantor, saya disambut email pertanda saya datang terlambat. Mmmmh, gak menyenangkan. Etapi mendadak saya dipanggil si Miss (baca: bos cewek) dan dikasih kado, jaket tebel warna merah. Keren!!

Siang harinya, saya makan siang bersama si Pacar yang sekalian mau ke kampusnya. Karena saya sedang ulang tahun, maka saya traktirlah si Pacar di Sushi Groove. Habis makan, ke kampusnya sebentar, terus balik lagi ke kantor deh. Dan ini kadonya, etapi ini luarnya doang sih. Dalemnya masih ada isinya lagiiii.. Thank you, love!!


Kalo ditanya, tahun ini pengen apa, saya akan menjawab, pengen terus seperti ini saja. Dikelilingi keluarga, teman, sahabat dan juga pacar yang baik hatinya. Lalu, butuh apa lagi? Tidak ada. Saya sudah punya banyak warna dalam hidup saya, dan saya menikmati segelap apapun warna yang sedang saya lalui. Mungkin tahun ini saatnya untuk lebih banyak berbagi, bersyukur dan melihat segala sesuatunya dengan lebih positif.

Semoga berhasil. Terima kasih untuk semuanya ya Allah.. :)

Thursday, January 05, 2012

Handbook of 2012



Lifetime handbook. Good for refreshment every year...
‎​
HEALTH:
01. Drink plenty of water.
02. Eat breakfast like a king, lunch like a prince and  dinner like a beggar.
03. Live with the 3 E's--Energy, Enthusiasm and Empathy.
04. Make time to pray.
05. Play more games.
06. Read more books than you did in 2011.
07. Sit in silence for at least 10 minutes each day.
08. Sleep for 7 hours.
09. Take a 10-30 minutes walk daily. And while you walk, smile.

PERSONALITY:
10. Don't over do. Keep your limits.
11. Don't take yourself so seriously. No one else does.
12. Dream more while you are awake.
13. Envy is a waste of time. You already have all you need.
14. Forget issues of the past. Don't remind your partner with his/her mistakes of the past. That will ruin your present happiness.
15. Life is too short to waste time hating anyone. Don't hate others.
16. Make peace with your past so it won't spoil the present.
17. No one is in charge of your happiness except you.
18. Smile and laugh more.
19. You don't have to win every argument. Agree to disagree.

SOCIETY:
20. Call your family often.
21. Each day give something good to others.
22. Forgive everyone for everything.
23. Spend time with people over the age of 70 & under the age of 6.
24. Try to make at least three people smile each day.
25. What other people think of you is none of your business.

LIFE:
26. Do the right thing!
27. GOD heals everything.
28. However good or bad a situation is, it will change.
29. No matter how you feel, get up, dress up and show up.
30. The best is yet to come..
31. When awake in the morning, thank GOD for it.
32. Your Inner most is always happy. So, be happy.

LAST BUT NOT THE LEAST :
33. Work hard like you never worked before.. :D



*forwarded by NY Head Office. Have fun!! :D

Wednesday, January 04, 2012

Harapan di Tahun 2012

*source: flickr.com/wish

Saya tidak menyebutnya sebagai resolusi. Cukup saya sebut harapan yang ingin dicapai di tahun 2012. Kepanjangan yah? Hahaha, biarkan dan mari saya mulai daftarnya. Nomor urut tidak berdasarkan prioritas.


1. Les bahasa Mandarin. Banyak yang bilang, bahasa yang satu ini sulit sekali untuk dikuasai. Tapi bukannya bikin males, malah bikin saya makin bersemangat. Sudah mendaftar dan kelas akan dimulai bulan Feb, setiap hari Minggu pk 9.00 - 12.00

2. Cari kerja di tempat lain. Ini sebenarnya udah masuk to-do-list dari tahun kemarin, tapi karena satu dan banyak hal lainnya, belum kesampaian. Semoga tahun ini berhasil.

3. Nerusin latihan kerajinan flanel. Dulu udah pernah belajar, tapi berhenti. Karena jahit kristik udah berhasil sampai dijual, harusnya yang ini juga bisa kan yah? Kalau ada yang tau tempat untuk belajarnya, mohon info yah..

4. Nge-batik. Pengin banget nyobain nge-batik. Kalo ada yang tau tempatnya, mohon infonya juga yah..

5. 1 kata baru setiap hari. Yang ini untuk bahasa Inggris, harus belajar 1 kata baru setiap hari. Boleh ambil dari kamus, atau kalo pas baca e-book terus ada kata yang masih asing, itu boleh deh dihitung.

6. Harus bisa lebih aktif di SIGI (Sahabat Indonesia Berbagi). Udah cukup lama ikutan tapi jarang banget ikutan ngumpul atau update kegiatannya.

7. Perpanjangan anggota di YJI (Yayasan Jantung Indonesia). Daftar ulang lewat email atau langsung datang di bulan Maret. Jangan sampai lupa.

8. Selesaikan Juz Amma setiap bulannya. 

9. Konsisten pada jatah masing-masing kegiatan. Yang ini memang agak ribet sepertinya. Selama ini saya (seharusnya) terbiasa hidup dengan batasan-batasan waktu, misalnya bangun jam segini, nyuci baju jam sekian, mandi jam segitu, dan masih banyak lagi. Tapi saya lebih sering melanggar batasan waktu itu sendiri. Kadang saya menambah jam tidur saya hanya karena saya begadang untuk nonton film, misalnya. Tahun ini saya ingin belajar bertanggung jawab atas semua kegiatan yang saya lakukan. Kalau merasa tidak sanggup untuk tidur hanya sebentar, ya jangan begadang. Hal-hal seperti ini yang membutuhkan konsistensi dari saya.

10. Apa yah? Ada yang bisa kasih saran? Harus yang positif ya.. :)