Showing posts with label Personal Life. Show all posts
Showing posts with label Personal Life. Show all posts

Wednesday, February 15, 2012

Rabu adalah..


Rabu adalah singkatan dari "Rasakan bahagia dalam kalbu"

Apakah kita bersyukur hanya kalau kita mendapatkan sesuatu? Kalau sedang senang dan kita bersyukur, itu sih biasa. Tapi bagaimana kalau kita sedang ada masalah? Apakah kita menggerutu dan marah-marah? Apakah kita bisa mensyukuri setiap kejadian dalam hidup kita? Waktu anak saya masih kecil, dia sering menangis di malam hari. Padahal tiap hari saya harus bekerja. Tapi saya bersyukur bisa bangun di malam hari dan memberikan ASI kepada anak saya.

Saya senang ketika di malam hari dia terjaga dan memanggil "Mama. Mama". Malah saya sengaja melarang baby sitter untuk bangun di malam hari dan mengurus anak saya. Saya pikir, toh tidak lama dia begitu. Nanti kalau dia sudah besar, dia tidak akan lagi memanggil "Mama. Mama" ketika terjaga di malam hari. Jadi saya nikmati keadaan itu. Saya syukuri saat-saat tiap malam saya bangun dan menggendong anak saya. Biarlah hati kita selalu dipenuhi rasa syukur. Biarlah kalbu berseri. Hati yang gembira adalah obat yang paling manjur.


Diambil: milis kantor, tapi entah siapa yang ngirim ini. saya belum kenal.. :)

Monday, February 13, 2012

Senin adalah..


Senin adalah singkatan dari “Semangat Nan Indah”
Sebagian orang mengharap-harap tibanya hari Senin karena hari itu mereka mendapat uang. Yang telah libur, kembali berjualan sehingga uang masuk lancar lagi. Yang bekerja harian, berarti upah harian akan diterima kembali.
Sebagian orang tidak suka dengan hari Senin. Yang malas bekerja merasakan beban berat karena Senin berarti mulai bekerja kembali. Yang tadinya bisa santai di rumah, kini harus kembali masuk kantor. Anak sekolah kembali bersekolah, tidak bisa main-main Play Station lagi. Para ibu harus bangun pagi lagi untuk memasak makan pagi anak-anak yang akan berangkat sekolah. Ada yang menunggu-nunggu hari Sabtu lagi yang rasanya masih sangat lamaaaa…..
Apapun sikap yang kita pilih, tidak akan merubah hari Senin. Senin tetap datang. Senin tetap harus kita lalui entah kita senang atau tidak. Sikap mana yang akan kita pilih? Memulai hari Senin dengan menggerutu atau memulai hari Senin dengan Semangat Nan Indah?
Tulisan diambil dari: milis kantor.
Gambar diambil dari: google.com

Tuesday, February 07, 2012

KopDar Regional Jakarta


Tanggal 28 Januari, saya menerima pesan pendek dari teman saya, Eross. Dia memberitahukan saya, bahwa dia dan teman-teman yang lain akan mengadakan KopDar pada hari Minggu, di Museum Bank Mandiri.
“Kalo gak sibuk, dateng ya. Sudah lama gak ngumpul kan?”
Saya kaget. Betul juga apa kata dia. Akhirnya, saya memutuskan untuk berkumpul dengan mereka dan melakukan ritual “bersyukur dan berbagi mimpi” bersama-sama.
Pada hari yang ditentukan, akhirnya kami berkumpul dan membentuk lingkaran besar seperti ini.
Acara pertama, Kenalan. Biarpun sudah kenal dan hampir bosan, semuanya tetap wajib menyebutkan Nama, Domisili dan Kesibukan sekarang. Soalnya, pasti ada saja yang domisili-nya berubah, atau baru pindah kerja. Dan karena orangnya lumayan banyak yang dateng, buat ngumpulin mereka aja, udah butuh waktu hampir 1 jam. Ada yang datang langsung dari luar kota loh. Hebat yah?
Sesudah kenalan yang biasa itu, saatnya berbagi Kutipan Inspirasi. Disini, saya dan lainnya diwajibkan untuk memberikan Kutipan minimal satu kutipan yang positif dan dapat memberikan inspirasi bagi teman lainnya. Banyak sekali kutipan dari mereka yang ciamik *alah, bahasanyaa..* ini beberapa diantaranya yang menurut saya paling menarik, semuanya Anonim yaa. Mungkin sudah sering dilihat di banyak situs, hanya saja saya tidak hapal ini kutipan milik siapa. :)
“Hiduplah seperti tukang parkir, tidak akan menangis ketika kendaraan-kendaraannya diambil. Karena ia tahu, kalau mobil tersebut hanya titipan.”
“Kita akan bahagia bukan karena memiliki banyak hal, tapi kita bisa bahagia karena tidak membandingkan apa yang kita miliki dengan milik orang lain”
“Kalo kamu tidak bisa menjadi pensil yang mampu menuliskan bahagia, minimal jadilah penghapus yang bisa menghilangkan duka”
“Mimpi-mimpi itu bukan serta merta kita berusaha, lalu terwujud begitu saja, tapi Allah akan memberikannya lewat kejutan-kejutan indah yang tidak terduga”
“Jangan terlalu percaya dengan kata BE YOURSELF, ubahlah menjadi  BE (A BETTER) YOURSELF”
Lalu berikutnya, berbagi Syukur Dalam Hidup. Jadi, masing-masing orang dipersilakan untuk membagi rasa syukurnya atas sesuatu yang baru diperoleh dalam hidupnya. Misalnya, baru dapat uang bonus, atau baru dapat kerjaan baru, atau mau menikah. Tidak bermaksud untuk sombong, tapi dengan berbagi rasa syukur, siapa tahu membuat teman-teman lainnya bisa lebih termotivasi dalam berusaha meraih cita-cita dan mimpinya masing-masing.
Meski sudah diajak bersyukur, yang namanya manusia pasti masih punya keinginan lain yang belum tercapai. Jadi, kami semua juga berbagi Impian. Tanpa rasa malu, semuanya membauar dan mnyuarakan mimpinya masing-masing. Siapa tahu, teman lainnya bisa memberikan jalan atau ide bagaimana mewujudkan impian teman lainnya. Menarik, ada 5 orang yang dengan terbuka mengatakan ingin menikah di tahun ini, meskipun mereka belum punya pacar. Saya mengungkapkan bagaimana saya ingin memiliki usaha di rumah sehingga tidak perlu kerja kantoran lagi saat saya sudah menikah nanti.. :D
Yang terakhir, tentu saja yang paling seru. Ngumpulin receh. Saya dan teman-teman lainnya, sudah berkomitmen pada diri kami sendiri, untuk mengumpulkan recehan kami setiap harinya, lalu mengumpulkannya setiap bulan dan dimanfaatkan untuk membantu orang lain. Cewek-cewek membawa recehan lengkap dengan celengannya, sedangkan yang cowok karena kebanyakan malu membawa celengan, mereka biasanya sudah menukar uang mereka dengan uang kertas terlebih dahulu agar mudah dibawa. Ini gambar recehan kami pas lagi dihitung. Banyak kaaan?
Sesudah menghitung “penghasilan” kami bulan ini, kami sudah boleh ketawa-ketiwi sesuka hati dan cerita hal-hal yang tidak penting lainnya. Kebetulan karena masih banyak yang belum pernah masuk ke dalam Museum Bank Mandiri, kami sedikit saja mengitari untuk melihat-lihat. Karena waktu yang sudah sore dan banyak yang masih memiliki kegiatan lainnya, maka kamipun berpose bersama sebelum berpisah.
Rasanya senang bisa berkumpul dengan mereka. Orang-orang yang masih selalu mau menyisihkan sedikit dari apa yang mereka punya. Meskipun yang mereka punya, tidak bisa dibilang berlebih juga. Sebagian dari mereka, bahkan masih kuliah. Receh yang kami kumpulkan, benar-benar receh yang bisa kami sisihkan, tanpa ada target ataupun minimal yang harus kami penuhi.
Ah, terima kasih teman. Kalian selalu saja mampu membuat saya bersyukur tanpa harus melihat ke bawah. :)
Salam receh!!
Kutipan: diambil dari catatan milik Andra.
Foto: diambil dari koleksi pribadi milik Ria dan Eross.

Friday, February 03, 2012

Measurement Tape



Oleh-oleh dari luar negeri biasanya berbentuk gantungan kunci, magnet kulkas atau permen coklat. Tapi kali ini saya mendapatkan yang sedikit berbeda. Ini namanya Measurement Tape atau meteran, bahasa kerennya.
Apa istimewanya? Meteran-meteran biasa yang suka digunakan oleh penjahit, terbuat dari bahan yang bisa melar. Jadi setelah digunakan selama kurang lebih 4 bulan, meteran tersebut sudah tidak akurat lagi ukurannya.
Nah, meteran yang dibelikan oleh teman saya di atas, terbuat dari bahan yang tidak melar namun halus sehingga tidak akan melukai permukaan kulit saat digunakan untuk mengukur. Ditambah kemasannya yang langsung dapat menggulung dirinya sendiri, meteran ini memang well packaging sekali.
Terima kasih yaaa.. Meteran ini pasti bakal saya simpan terus.. :)

Sunday, January 29, 2012

Coldplay - Fix You

When you try your best but you don't succeed
When you get what you want but not what you need
When you feel so tired but you can't sleep
Stuck in reverse.

And the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone but it goes to waste
Could it be worse?

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

And high up above or down below
When you're too in love to let it go
But if you never try you'll never know
Just what you're worth

Saturday, January 28, 2012

Me, being a merchandiser..

Meja Tercinta

2 hari belakangan ini, saya mulai berkemas. Dalam arti kata, mulai membawa pulang buku-buku bacaan saya dari kantor ke kosan. Mulai menata file-file cantik di kantor, dan membuat berbagai macam recap-an kerjaan. Ya, dalam beberapa hari lagi, saya berencana akan pindah kerja.

Pagi ini, saya mulai menata email kantor saya. Saya mulai menghapus email-email pribadi yang menggunakan alamat email kantor. Dan mendadak, ingatan saya memaksa saya untuk mundur dan mengingat masa dimana saya masih menjadi anak baru di kantor saya yang sekarang.

4 tahun yang lalu, saya sudah merasa bingung bukan main jika mendapat email yang jumlahnya masih bisa dihitung dengan jari. Bukan bingung karena saya tidak mengoperasikan komputer, tapi bingung menjawab email tersebut. Takut-takut saya membalasnya, memeriksanya sekitar 20 kali, baru dikirim dengan mengucap Bismillah terlebih dahulu.

Bandingkan dengan keadaan saya sekarang. Setiap harinya, ada sekitar 400-500 email yang masuk ke inbox. Setelah membacanya, saya sudah dapat dengan mudah menjawab email tersebut dan tanpa memeriksanya lagi, langsung saya kirim.

Saya tersenyum. Ah, saya sudah jauh berkembang rupanya.

Siangnya, bos cowok saya memanggil. Semua teman saya memanggilnya Mr.Sumal, tapi saya memanggilnya Pak Sumal. Dia adalah bos tempat saya mengadu ketika saya sedang ada masalah dalam pekerjaan. Sayapun menghampiri dan duduk di sebelahnya.

"Ya, Pak?"

"Do you remember, your first lesson from me? About being a merchandiser?"

"Yes, Pak. Saya ingat."

"Can you repeat it for me?"

"Sure. Being a merchandise is not easy. You need to have 4 important things. Commitment, discipline, details and capability of follow-up."

"Good girl. ......"

Percakapan selanjutnya berujung pada ketidakrelaan bos saya ini melepas saya.

"Kamu ingat, 4 tahun yang lalu, pertama kali kamu saya panggil untuk diskusi? I remember, your hand is trembling. Do you remember?"

"Hehehe, iya Pak. Inget bangeeeeet.. "

"Now, look at you. Sitting next to me as a partner, and shout at me when I made a mistake on number."

"Hahahaha, sorry ya Pak. No hard feeling deh.."

"Kamu sudah menjadi merchandiser yang hebat. Saya bangga."

"Terima kasih, Pak.."

"Tapi saya, I'm disappointed with myself. Saya tidak bisa memberikan yang terbaik buat kamu, so that you decided to go from here."

......

Saya memang cengeng, mendengar dia berkata seperti itu, membuat saya sedih. Sangat sedih. Perjalanan saya selama di kantor ini, tidak mudah. Banyak yang sudah saya korbankan di dalamnya. Air mata, darah, sakit, amarah, energi, waktu, pikiran, semuanya tidak dalam ukuran yang wajar. Bukan sekali dua kali saya menangis karena kesal dan hampir tidak tahan. dengan tekanan yang diberikan. Tidak terhitung lagi sakit yang sudah mampir, mulai dari sakit kecil macam demam sampai ke typhus. Belum lagi waktu yang saya habiskan di kantor setiap harinya, jelas bukan jam kerja yang wajar.

Anehnya, semua sakit, sedih, amarah dan semua rasa yang campur aduk tersebut akan hilang dan berganti dengan senang ketika semua produk sudah jadi. Terobati begitu saja, tanpa bekas. Dan beberapa waktu kemudian, saya justru akan menertawakan kebodohan-kebodohan saya dalam mengambil keputusan hingga akhirnya saya bisa termakan amarah dan rasa lainnya.

Ya, saya mencintai pekerjaan saya. Menjadi seorang Merchandiser. Saya akui, perusahaan saya kurang menghargai karyawannya, termasuk saya. Tapi itu semua diluar dari jenis pekerjaan saya. Sejak tahun pertama saya bekerja, saya sudah jatuh cinta dengan pekerjaan saya ini. Tidak banyak orang yang bisa mencintai pekerjaannya. Dan saya, bersyukur akan hal ini.

Ya, saya telah banyak berkembang. Menjadi yang termuda dalam team inti, duduk berdiskusi dengan orang yang tadinya adalah atasan saya, memiliki beberapa orang yang selalu membantu saya, semakin membuat saya sadar, saya sudah sangat jauh melangkah dari titik awal saya di bidang ini.

Pada titik ini, dimana saya memutuskan untuk pindah, bukan berarti saya berhenti mencintai pekerjaan saya sebagai seorang Merchandiser. Tapi saya merasa, ini memang waktu yang tepat untuk mencoba jenis pekerjaan yang lain. Yang belum saya kuasai, yang mungkin akan bisa membuat saya jatuh cinta lagi.

Semakin lama, saya semakin mengenal "ruang bermain" saya ketika menjadi seorang Merchandiser. Dan semakin hari, saya semakin menguasainya. Semakin saya menguasainya, maka semakin besar cinta saya pada pekerjaan ini.

And too much love, will kill me. Right?

*beres-beres meja lagi*

Thursday, January 26, 2012

Kurang Adil

*source: here


Belakangan, saya merasa kurang adil terhadap diri sendiri. Saya merasa terlalu banyak menghamburkan uang saya untuk hal-hal yang kurang penting. Lalu saya melupakan komitmen saya sendiri untuk selalu mengumpulkan uang receh yang harus dikumpulkan di akhir bulan bersama teman-teman lain.


Padahal saya sudah diberi jalan untuk mengalokasikan uang saya dengan cara yang lebih baik, tapi saya lalai. Saya terlalu egois dan kurang adil pada diri saya sendiri. Saya tidak memberikan kesempatan pada diri saya untuk menjalankan komitmen tersebut. Padahal lagi, menepati janji pada diri sendiri, juga merupakan sebuah pilihan, bukan? Dan kemarin-kemarin, saya memilih untuk tidah menjalankannya. Ya, saya egois. 


Saya terlalu sibuk membeli ini dan itu, benda-benda kecil yang hanya berupa pajangan atau mainan saja, lalu melupakan anak-anak kecil yang lucu itu.


Maafin tante yaaa. Hari Minggu besok, tante kesana lagi deeeeeh.. *unyel-unyel yang masih kecil*

Sunday, January 22, 2012

Kamu yang Biasa

minggu yang  biasa.


dengan daster.


dengan kopi, buku dan laptop yang saling tumpang tindih.


dengan rasa.


dengan rindu, kecewa dan hangat yang saling sahut-menyahut.


untuk kamu.


ya, kamu yang biasa..

Saturday, January 21, 2012

Ulah si Sample



Ini isi meja kerja saya sore ini. Berantakan banget yah? Sebenarnya, masalah berawal dari sample. Saya diharuskan menunggu sample, yang sampai jam 12 siang saja, baru setengah jadi. Berarti kurang lebih akan sampai di kantor jam 6 sore. Bagus banget kan?

Nah, karena perjalanan saya di hari Sabtu ini masih panjang, jadi saya bermain-main sama si skreci (baca: notebook saya) sambil pesan makanan buat cadangan isi perut. Ada Yoshinoya di sana, menu Beef Yakiniku, dan Teh Sosro kotak ditambah lagi buah jeruk. Semoga cukup yah. Dan semoga si sample cepat datang.

Di tempat yang jauh dari kantor, si Pacar lagi giat belajar buat sidangnya di akhir bulan ini. Semangat ya Pacar. Aku doakan dari sini.. :)

Wednesday, January 18, 2012

do not lose this bag!

Menemukan ini di Ambassador Mall, dengan harga 35 ribu saja. Ini semacam tanda pengenal untuk digantung di tas. 

Jadi di belakang tulisan "do not lose this bag!" ini, ada semacam tempat untuk menulis identitas seperti Nama, Alamat, No.Telp dan Alamat E-mail.

Sayangnya, karena bahan yang licin, tulisan yang sudah saya buat sedemikian rapihnya, harus pasrah sedikit demi sedikit terhapus oleh gesekan tangan saya.

Akhirnya, saya memutuskan untuk menempel kertas di tempat identitas tadi, lalu saya rekatkan dengan isolasi. Dan ternyata, berhasil.. Yaiy!!!

Tanda pengenal ini sekarang nangkring manis di back pack saya.. :)

Tuesday, January 17, 2012

Kado Ulang Tahun


Kalau kemarin itu saya udah pamer kado ulang tahun dari si Pacar dan si Miss, kali ini saya mau pamer kado dari yang lain. Hehehehe, menyenangkan..



Yang ini dari Kak Mute. Buku dari RedLine, Earthsea#3 dan Manxmouse. 


Yang Earthsea itu salah satu wish-list saya dan yang Manxmouse, buat menuhin Reading Challenge yang Name a Book. Bisa kan yah?


Padahal yang Earthsea#2 aja belum mulai baca, udah nongol aja ini yang seri ke-3 nya. Kira-kira kapan nih saya bakal baca buku ini?

Pengen baca bareng Manxmouse bulan April besok. Kayak masih lama yah.. :D



Yang ini, salah satu wish-list saya juga. One Day, cerita drama tentang dua orang dalam rentang waktu 20 tahun. Ah, pokoknya saya ingin punya buku ini deh.

Dan ternyata, Didit memberikan buku ini buat kado ulang tahun saya. Senang.

Bacanya kapan? Lagi-lagi itu yang jadi pertanyaan. Tapi yang ini gak buat baca bareng sepertinya. Belum banyak yang menambahkan buku ini di Goodreads.


Nah, itu tadi kado-kado buku buat saya. Hehehehe, rasanya senang memindahkan judul buku tersebut dari rak "pengen-punya" ke rak "buku-punya-sendiri"

Terima kasih ya kakak-kakak sekaliaaaan. 
Kalian baik deh.. 
Cup cup muah.. *ciyum satu-satu*

Monday, January 16, 2012

Last Night

*taken from here
Film ini cuma bercerita tentang satu hari penuh, malam sebelumnya dan pagi berikutnya. Sudah mulai bingung? Mari kita telusuri, tapi kali ini tanpa spoiler deh.. :D


Joanna (Keira Knightley) pergi ke pesta yang diadakan oleh perusahaan tempat suaminya, Michael (Sam Worthington) bekerja. Namun disana, Joanna melihat sekali, dua kali, ah nyaris berkali-kali, suaminya sedang ngobrol berduaan dengan sorang wanita yang akhirnya diperkenalkan sebagai Laura (Eva Mendez). Joanna merasa cemburu, mengingat Laura sangat cantik, seksi dan pintar. Apalagi besok, Michael harus pergi bertugas ke luar kota bersama Laura. Kecemburuan Joanna pun makin memuncak. Mereka bertengkar hebat sepulang dari pesta.

Esok harinya, Michael pergi ke Philadelphia sesuai rencana, dan Joanna yang sedang membeli kopi di coffee shop, tanpa sengaja bertemu dengan Alex (Guillaume Canet), mantan pacarnya yang ternyata dengan sengaja datang untuk menemuinya. Mereka akhirnya melewati makan siang dan makan malam bersama. Apalagi ada teman dekat Alex yang membuat malam itu semakin seru untuk keduanya.

Sementara itu, di Philadelphia, Michael berusaha keras menahan godaan Laura yang dengan terbuka menyatakan tertarik dengan Michael. Mereka, menghabiskan malam di bar sambil bercerita tentang diri mereka sendiri. Lalu setelahnya mereka meneruskan malam di pool yang tersedia di hotel tempat mereka menginap.

Film ini sebenarnya hanya mengangkat isu tentang kesetiaan. Bagaimana sebuah rumah tangga pasti akan memiliki konflik internal yang terkadang masalahnya memang berasal dari kecurigaan pribadi kita sendiri. Bukan tidak mungkin, meskipun sudah 4 tahun menjalin pernikahan, tidak ada yang tahu bahwa di saat-saat sulit tidur, Joanna masih saja memikirkan Alex. Bahkan Joanna masih menyimpan foto Alex diantara lembar halaman bukunya.

Eva Mendez dan Guillaume Canet sangat bagus berperan sebagai penggoda. Tanpa banyak gerak tubuh, saya sebagai penonton sudah mampu menangkap ketertarikan mereka pada Joanna dan Michael. Film ini lebih banyak dalam berdialog tanpa banyak perpindahan tempat. Bagi yang kurang menyukai alur lambat, pasti akan merasa bosan dengan film ini.

Ide yang simple, dengan penjiwaan karakter yang bagus dari pemainnya, juga ending yang dibiarkan menggantung, membuat saya cukup kesal sesudah menonton film ini. Jadi ending-nya gimanaaaa? Yah, silakan menerka-nerka dan berimajinasi sesuai dengan pikiran masing-masing. 

Yang saya suka dari film ini. Manusia tidak sempurna, mungkin karena itu, manusia sering kali harus jatuh dan merasakan sakit terlebih dahulu, untuk mengetahui bahwa jalan itu memang tidak baik bagi dirinya. Klise, tapi memang benar.

Satu lagi, adegan dimana Joanna cemburu berat dan marah besar ke Michael. Saat Michael membantah dan menyatakan kalau dia tidak pernah cemburu pada Joanna dan rekan kerjanya yang pria, Joanna membalasnya dengan berkata bahwa dia memang tidak memberikan kesempatan dan juga alasan untuk Michael merasakan cemburu karena dia sangat membatasi geraknya sendiri dengan semua rekan kerjanya. Ini adalah point yang lumayan menohok, bahwa sebenarnya setiap orang bisa memilih untuk membuat pasangannya cemburu atau tidak. Abaikan orang-orang paranoid yang suka cemburu buta yah. 

Dan, 3 bintang untuk film ini..

-keluar studio, misuh-misuh gegara ending-nya gantung-


Sunday, January 15, 2012

Quiz About Me



How well do you know me? Comment on this note with your answers! 

Tag 10 friends and see who knows the most about you!


1. Where you and I met?

2. How long have you known me?

3. The last time we saw each other?

4. Your first impression of me upon meeting/seeing me?

5. Am I funny?

6. What's my favorite music?

7. Would you call me preppy, average, sporty, punk, hippie, glam, nerdy, snobby, or something else(what)?

8. Have you ever hugged me?

9. If there was one good nickname for me, what would it be?

10. If you and I were stranded on an island, what would I bring?

11. Where do you think I will be in 25 years?

12. Will you re-post this so I can fill this out for you?




Saturday, January 14, 2012

Workshop Siaran RPK eps. I

pic taken from here
Hari ini, saya mengikuti Workshop Siaran yang disponsori oleh Goodreads Indonesia dan bekerja sama dengan RPK 96.3FM (Radio Pelita Kasih). Ada 4 kali pertemuan, mulai dari jam 8 pagi hingga jam 10 pagi.

Workshop kali ini memiliki 10 orang peserta ditambah 1 koordinator siaran dan 1 moderator dari Goodreads Indonesia. Dibantu oleh Mas Yancen dari RPK, dimulailah sesi pertama dari workshop kami.

Setelah berkenalan, kami diberi satu pertanyaan mendasar oleh mas Yancen, "Apa sih siaran radio itu?" kami semua memberikan jawaban yang intinya sama saja, "Memberikan informasi, bla bla bla..." namun ternyata, menurut mas Yancen, siaran radio itu ya ngobrol. Simple banget yah? :D

Tanpa terasa, 1 jam berlalu dan saatnya untuk langsung praktek siaran. Mas Yancen mengajak 6 orang dari kami, untuk langsung siaran dalam satu slot di RPK. Menceritakan hal-hal yang paling mereka sukai. Entah film, buku, tempat yang menyenangkan atau hal lainnya.

Kebetulan minggu ini saya belum ikutan siaran, saya akan siaran minggu depan. Yang diatas, itu foto-foto teman saya yang ikut siaran minggu ini. Berwajah tegang yah? Yang paling kiri, itulah yang bernama Mas Yancen.. :D

Meskipun saya sudah pernah siaran bersama Goodreads Indonesia, namun saya merasa masih mempunyai banyak sekali kekurangan. Maka saya memutuskan untuk mengikuti workshop lagi dan lagi.

Semoga saya makin pintar yah.. Tolong Ayu ya Allah.. :)


Friday, January 13, 2012

Semangkuk Bakso Erik

*taken from here

Malam ini kencan sama Didit, makan bakso Erik di Matraman. Gara-garanya, saya merasa bosan dengan hari ini yang sepertinya gak membuat semangat.


Tapi ternyata, perjalanan menuju Matraman semakin membuat tidak bersemangat. Macet total dari arah Kuningan menuju Menteng, lalu merayap di daerah Salemba. Cih.


Akibatnya, cuma sebentar kami bisa ngobrol-ngobrol. Kan kurang yah.. :D


Baiklah, besok-besok lagi yaaaa..

Monday, January 09, 2012

Genap 27

*source: here
Kenapa disebut genap 27 padahal angka 27 itu sendiri merupakan bilangan ganjil? Ah, jangan terlalu dipikirkan, itu cuma judul karangan saya saja.. :D


Hari ini, saya berusia 27 tahun. Tua? Oh tentu tidaaaak.. Saya masih muda kok, cuma 10 tahun lewat dari usia 17 tahun. Tapi sudah seharusnya saya merasa tua. Karena kalo kata si Mamah, usia segini harusnya udah nimang anak.. *alah*

Lupakan apa kata si Mamah, mari bercerita tentang hari ini.

Kebetulan hari Sabtu kemarin, saya memutuskan untuk pulang ke rumah, maka pagi butaaaa (baca: buta banget), si Mamah dan si Eyang udah gubrak-gubrak dan ngasih ucapan selamat ulang tahun ala mereka. Gak berapa lama, si Adek sama si Papah ikutan nongol sambil bawain telor dadar. Gak sempat bikin kue, katanya. Keluarga yang absurd, no? Tapi saya sayang mereka semuaaa.. :)

Sampai di kantor, saya disambut email pertanda saya datang terlambat. Mmmmh, gak menyenangkan. Etapi mendadak saya dipanggil si Miss (baca: bos cewek) dan dikasih kado, jaket tebel warna merah. Keren!!

Siang harinya, saya makan siang bersama si Pacar yang sekalian mau ke kampusnya. Karena saya sedang ulang tahun, maka saya traktirlah si Pacar di Sushi Groove. Habis makan, ke kampusnya sebentar, terus balik lagi ke kantor deh. Dan ini kadonya, etapi ini luarnya doang sih. Dalemnya masih ada isinya lagiiii.. Thank you, love!!


Kalo ditanya, tahun ini pengen apa, saya akan menjawab, pengen terus seperti ini saja. Dikelilingi keluarga, teman, sahabat dan juga pacar yang baik hatinya. Lalu, butuh apa lagi? Tidak ada. Saya sudah punya banyak warna dalam hidup saya, dan saya menikmati segelap apapun warna yang sedang saya lalui. Mungkin tahun ini saatnya untuk lebih banyak berbagi, bersyukur dan melihat segala sesuatunya dengan lebih positif.

Semoga berhasil. Terima kasih untuk semuanya ya Allah.. :)

Wednesday, January 04, 2012

Harapan di Tahun 2012

*source: flickr.com/wish

Saya tidak menyebutnya sebagai resolusi. Cukup saya sebut harapan yang ingin dicapai di tahun 2012. Kepanjangan yah? Hahaha, biarkan dan mari saya mulai daftarnya. Nomor urut tidak berdasarkan prioritas.


1. Les bahasa Mandarin. Banyak yang bilang, bahasa yang satu ini sulit sekali untuk dikuasai. Tapi bukannya bikin males, malah bikin saya makin bersemangat. Sudah mendaftar dan kelas akan dimulai bulan Feb, setiap hari Minggu pk 9.00 - 12.00

2. Cari kerja di tempat lain. Ini sebenarnya udah masuk to-do-list dari tahun kemarin, tapi karena satu dan banyak hal lainnya, belum kesampaian. Semoga tahun ini berhasil.

3. Nerusin latihan kerajinan flanel. Dulu udah pernah belajar, tapi berhenti. Karena jahit kristik udah berhasil sampai dijual, harusnya yang ini juga bisa kan yah? Kalau ada yang tau tempat untuk belajarnya, mohon info yah..

4. Nge-batik. Pengin banget nyobain nge-batik. Kalo ada yang tau tempatnya, mohon infonya juga yah..

5. 1 kata baru setiap hari. Yang ini untuk bahasa Inggris, harus belajar 1 kata baru setiap hari. Boleh ambil dari kamus, atau kalo pas baca e-book terus ada kata yang masih asing, itu boleh deh dihitung.

6. Harus bisa lebih aktif di SIGI (Sahabat Indonesia Berbagi). Udah cukup lama ikutan tapi jarang banget ikutan ngumpul atau update kegiatannya.

7. Perpanjangan anggota di YJI (Yayasan Jantung Indonesia). Daftar ulang lewat email atau langsung datang di bulan Maret. Jangan sampai lupa.

8. Selesaikan Juz Amma setiap bulannya. 

9. Konsisten pada jatah masing-masing kegiatan. Yang ini memang agak ribet sepertinya. Selama ini saya (seharusnya) terbiasa hidup dengan batasan-batasan waktu, misalnya bangun jam segini, nyuci baju jam sekian, mandi jam segitu, dan masih banyak lagi. Tapi saya lebih sering melanggar batasan waktu itu sendiri. Kadang saya menambah jam tidur saya hanya karena saya begadang untuk nonton film, misalnya. Tahun ini saya ingin belajar bertanggung jawab atas semua kegiatan yang saya lakukan. Kalau merasa tidak sanggup untuk tidur hanya sebentar, ya jangan begadang. Hal-hal seperti ini yang membutuhkan konsistensi dari saya.

10. Apa yah? Ada yang bisa kasih saran? Harus yang positif ya.. :)